Wisata Bersepeda di Malaysia, Kenapa Tidak?

Meski dirundung pandemi COVID-19, ditahun ini tren orang bersepeda terus naik. Bahkan orang yang semula tidak memiliki hobi bersepeda mendadak membeli sepeda agar bisa mengikuti tren yang sedang berkembang ini. Tren ini berawal dari sepeda lipat yang mudah dibawa ke mana-mana, dan dijadikan alat transportasi sehari hari mulai dari ke tempat kerja maupun ke mal. Hal ini membuat orang semakin tertarik untuk bersepeda.

Ternyata tren bersepeda ini pun terjadi tak hanya di Indonesia saja, begitu pun di Malaysia. Bahkan, sejak Pemerintah Malaysia menetapkan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) sejak 4 Mei lalu, sebagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19, masyarakat di Malaysia juga ikut meramaikan tren bersepeda. Kuala Lumpur terdapat beberapa spot menjadi titik kumpul favorit masyarakat Malaysia mulai bersepeda. Misalnya Taman Botani Negara Shah Alam, Taman Botani Putrajaya dan Taman Bukit Kiara.

Sama halnya dengan di Indonesia, harga sepeda di Malaysia pun ikutan melonjak seiring tren bersepeda naik. Dikutip dari Sinar Harian, harga sebuah sepeda di Malaysia mengalahkan harga sebuah mobil. Sebuah sepeda di Malaysia ada yang mencapai RM 30.000 atau sekitar Rp 103.000.000.

Banyaknya masyarakat mulai tertarik pada transportasi sepeda ini, membuat pemerintah di sana juga menyediakan sarana dan prasarana bagi pesepeda. Misalnya di wilayah Putrajaya, yang mengganti jalur pemotor untuk pesepeda.
Menteri Wilayah Federal Putrajaya Tan Sri Annuar Musa mengatakan, Perusahaan Putrajaya (PPj) akan mengambil langkah-langkah untuk mengubah jalur sepeda motor yang telah dikukuhkan menjadi jalur sepeda. Dia mengatakan jalur bersepeda akan memiliki jalur lingkaran luar sepanjang 34 km, dan jalur lingkaran dalam sekitar 15 km.

Wisata dengan Bersepeda
Di Malaysia kegiatan bersepeda sudah digunakan untuk menarik wisatawan yang gemar bersepeda. Bahkan dibeberapa hotel di Malaysia ada yang menyediakan paket wisata bersepeda. Wisata sepeda ini juga tersedia untuk berbagai usia dan jenis pelancong, seperti keluarga, penikmat sejarah atau turis berpasangan. Turnya sendiri sebagian besar akan mengunjungi tempat-tempat wisata unggulan, seperti Petaling Street, KL Bird Park, Islamic Arts Museum, namun peserta juga bisa meminta tujuan lain yang mungkin unik atau belum populer dikalangan turis.

Bulan Ini

Minggu Ini