Tips Perawatan Jantung di Masa Pandemi

Wabah atau pandemi corona atau COVID-19 terjadi di seluruh negara. COVID-19 pun sangat rentan terhadap seseorang yang sudah memiliki riwayat penyakit sebelumnya, atau penyakit bawaan. Bahkan kerentanan itu bisa membawa pada kematian.

Salah satunya adalah penyakit jantung. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung bawaan sangat rentan sekali terhadap penularan COVID-19. Apakah pasien penyakit jantung memerlukan vitamin khusus dalam kondisi pandemik ini?

Caranya dengan memprioritaskan untuk mencukupi nutrisi dengan gizi yang seimbang. Rutinlah mengonsumsi buat dan sayur-sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral yang baik, termasuk vitamin A, C, D, dan E, selenium dan zinc. Jika merasa kurang asupan buah dan sayur, carilah suplemen yang memiliki kandungan komposisi vitamin dan mineral seperti tersebut di atas. Pada pasien yang dianjurkan untuk restriksi jumlah cairan, tetap mengikuti saran dokter.

Kemudian lakukan olahraga ringan dengan intensitas ringan – sedang. Tidak perlu melakukan olahraga yang melelahkan. Jika sudah terbiasa, bisa berlari, atau jalan cepat dan bersepeda santai. Kalau sudah terlatih, boleh berolahraga melatih kekuatan otot dengan beban. Jika berpapasan dengan orang lain di ruang terbuka (outdoor), pakailah masker saat berolahraga. Berobat atau cek kesehatan secara rutin ke rumah sakit sangat baik untuk mengecek kesehatan jantung Anda. Untuk di masa pandemi ini, rumah sakit sudah melakukan berbagai langkah agar seluruh pengunjung aman, dimulai dari pemeriksaan suhu di pintu masuk, memberi marka jarak tempat duduk/kursi penunggu, mewajibkan pemakaian masker, hingga menyediakan fasilitas air dan sabun untuk mencuci tangan.

Jika aturan ini diikuti, sambil terus menjaga jarak, tidak perlu kuatir untuk berobat ke rumah sakit. Selain itu beberapa rumah sakit menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan jarak jauh (telemedicine), lewat tulisan, telepon, atau konferensi dengan aplikasi whatsapp atau zoom- meeting. Telemedicine ini sudah didukung oleh Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia dalam kondisi pandemik. Ketersediaan layanantelemedicine bisa ditanyakan ke rumah sakit setempat.

Perlu diperhatikan oleh siapa pun, dalam kondisi pandemik COVID-19, penyakit-penyakit lainnya tetap bisa terjadi. Masih ada risiko terkena demam berdarah, infeksi paru-paru (non-corona), dan juga serangan jantung, dan penyakit lainnya. Setiap orang yang dicurigai mengalami serangan jantung mesti dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan secepat mungkin. Kekhawatiran dianggap infeksi corona atau ketakuan tertular di rumah sakit tidak boleh memperlambat penderita serangan jantung mendapat penanganan, karena semakin lambat pengobatan, semakin tinggi risiko komplikasi dan kematian akibat kerusakan otot jantung. Pemeriksaan skrining awal di garda depan rumah sakit akan mengarahkan apakah seorang pasien berkemungkinan terkena COVID-19, dan ditempatkan sesuai kondisi masing-masing.

Bulan Ini

Minggu Ini