Starter Pack Isolasi Mandiri di Rumah: mulai dari Obat-obatan, Termometer hingga Sabun Cuci Tangan

Terserang virus corona di saat pandemi seperti saat ini merupakan sesuatu hal yang menakutkan. Apalagi jika Anda memiliki histori penyakit tertentu yang semakin memperburuk kondisi kesehatan di kala terserang COVID-19. Bila terjadi hal seperti ini jangan ragu untuk meminta bantuan petugas medis, dan dirawat di rumah sakit untuk pemulihan selama 14 hari secara intensif.

Sementara itu, orang-orang yang terkena virus corona namun tidak bergejala, atau memiliki gejala ringan-sedang, dapat disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, tanpa memerlukan rawat inap di rumah sakit. Ada peralatan khusus bagi pasien yang tidak memiliki gejala tertentu. Selain itu, minta bantuan orang terdekat untuk menyiapkan peralatan ini, tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Peralatan medis apa sajakah yang perlu disiapkan saat dirawat di rumah?

1. Sabun dan Hand Sanitizer
Kebersihan diri, khususnya tangan, merupakan salah satu poin penting untuk mencegah virus corona menyerang Anda. Oleh karena itu, sudah sering diumumkan untuk mencuci tangan sesering mungkin. Bagi Anda yang di rumah saja, wajib untuk mempersiapkan sabun untuk cuci tangan. Bagaimana untuk mereka yang bekerja atau ada urusan keluar rumah? Anda dapat mencuci tangan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol. Jangan lupa mengeringkan tangan dengan handuk bersih jika mencuci dengan sabun, dan biarkan tangan kering sendiri saat menggunakan hand sanitizer.

2. Masker
Walaupun masker sebelumnya biasa hanya digunakan petugas medis, saat ini semua orang wajib menggunakan masker saat keluar rumah. Berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan RI, masyarakat umum disarankan menggunakan masker kain saat harus keluar rumah demi membantu pencegahan virus corona. Masker kain sebaiknya diganti setelah digunakan selama empat jam, serta perlu dicuci bersih setelah penggunaan. Oleh karena itu, mungkin perlu menyediakan beberapa masker kain di rumah untuk keperluan perlindungan diri saat akan keluar rumah.

3. Alat Pengukur Suhu/Termometer
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, 38,5 persen pasien yang positif virus corona memiliki gejala demam dan hampir 47 persen memiliki riwayat demam. Jika dilihat, sekitar 8 dari 10 orang yang positif COVID-19 akan memiliki keluhan demam atau riwayat demam. Tentunya, salah satu cara valid untuk memastikan adanya demam adalah dengan mengukur suhu menggunakan termometer. Termometer sederhana harganya cukup murah, sehingga wajib dimiliki di rumah. Lebih lanjut, mereka yang menjalani isolasi mandiri di rumah umumnya akan diminta untuk melakukan pengukuran suhu sebanyak dua kali per hari. Jika suhu tubuh naik melebihi 380 C, maka akan diminta untuk melaporkan gejala ini.

4. Obat-obatan Simtomatik
Obat simtomatik bukanlah obat yang menyembuhkan suatu kondisi, namun meredakan gejala yang dialami. Beberapa gejala utama dari mereka yang positif infeksi virus corona adalah batuk (70,3 persen), riwayat demam dan demam (46,7 persen dan 38,5 persen), sesak napas (33,9 persen), lemas (29,6 persen), dan pilek (25,7 persen).

Beberapa jenis obat simtomatik yang dapat Anda siapkan di rumah:
Obat batuk seperti antitusif untuk batuk kering, ekspektoran untuk batuk berdahak
Obat demam seperti paracetamol dan ibuprofen
Obat pilek seperti dekongestan

5. Obat-obatan untuk Kondisi Penyerta
Beberapa kondisi penyerta yang umum ditemui pada pasien positif virus corona adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes), dan penyakit jantung. Umumnya kondisi penyerta ini merupakan penyakit kronis yang memerlukan minum obat secara rutin setiap harinya. Jadi, pastikan kondisi Anda terkontrol sehingga tidak mudah terinfeksi virus corona.

6. Nutrisi yang Seimbang
Nutrisi yang seimbang dapat menunjang sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terinfeksi virus corona. Anda bisa memperoleh nutrisi seimbang dari makanan bervariasi dengan gizi yang seimbang. Perhatikan kecukupan vitamin seperti vitamin C, D, dan mineral seperti zink yang dapat memiliki manfaat bagi imunitas Anda. Hal ini bisa Anda dapatkan dari makanan, seperti:
Vitamin C: buah dan sayur
Vitamin D: susu yang difortifikasi, seafood, sinar matahari
Zink: daging, seafood, kacang-kacangan
Khusus vitamin C, terdapat beberapa orang yang berisiko memiliki kekurangan vitamin C, seperti mereka yang merokok (baik aktif maupun pasif), mereka dengan pola makan tidak bervariasi, mereka dengan masalah pencernaan, pasien kanker dan gagal ginjal.

Jika sulit memenuhinya dari makanan, Anda dapat mempertimbangkan konsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tersebut.

Jadi, pencegahan infeksi virus corona juga dapat dilakukan di lingkungan rumah dengan mempersiapkan perlengkapan medis rumahan. Patuhi selalu protokol kesehatan dan selalu jaga diri agar Anda sekeluarga sehat selalu.

Bulan Ini

Minggu Ini