Sejarah Pita Pink Sebagai Simbol Peduli Kanker Payudara

Bulan Oktober merupakan bulan peduli penyakit kanker payudara. Tepatnya tanggal 26 Oktober selalu diperingati sebagai hari Kanker Payudara Sedunia. Pita warnah merah muda atau pink sering menjadi simbol kepedulian terhadap penyakit kanker payudara.

Penggunaan pita pink sendiri sebagai lambang kanker payudara dimulai pada tahun 1991 ketika Yayasan Peduli Kanker Payudara Susan G. Komen membagikan pita pink dengan skala kecil pada lomba lari di kota New York, Amerika Serikat.

Ide penggunaan pita pink ini pun kemudian diikuti editor in chief majalah Self, Alexander Penney, dan Wakil Presiden perusahaan Estee Lauder, dan Evelyn Lauder. Mereka kemudian membentuk yayasan Breast Cancer Research dan menetapkan pita pink sebagai simbol mereka. Pada saat itu, Self Magazine membagikan 1,5 juta pita pink dan 200 ribu petisi kepada pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada penelitian dan fasilitas penanganan kanker payudara.

Warna pita pink dipilih tidak hanya karena dianggap sebagai warna yang feminin. Warna ini juga
merupakan simbol harapan dan keteguhan para pejuang serta penyintas kanker payudara di seluruh dunia. Warna pink juga membangkitkan emosi feminin, kepedulian terhadap orang lain, kecantikan, kebaikan dan kerja sama. Warna ini juga melukiskan harapan akan masa depan, dan kebaikan pihak-pihak yang mendukung gerakan peduli kanker payudara. Diharapkan pita pink dapat memupuk rasa solidaritas antar perempuan yang menderita kanker payudara.

Seiring diterimanya gerakan pink ribbon menjadi salah satu agenda dunia internasional, makin banyak manfaat sampingan yang bisa dirasakan para penderita kanker payudara. Setidaknya, tercipta gerakan penggalangan dana di tingkat internasional yang pastinya sangat membantu para penderita berjuang melawan penyakit ganas ini.

Bulan Ini

Minggu Ini