Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 dan Perangan Melawan COVID-19

Setiap tanggal 12 November, di Indonesia selalu diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Di tahun 2020 ini, Peringatan Hari Kesehatan Nasional pada tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 yang juga belum mereda. Oleh karena ini pada peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-56 tahun ini Pemerintah Indonesia mengambil tema ‘Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat’.

Tema ini merupakan seruan kepada seluruh tenaga kesehatan dan segenap komponen masyarakat untuk terus bertekad dan berjuang keras menyelamatkan bangsa di masa pandemi COVID-19. “Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19” adalah sub-tema yang mengajak masyarakat agar tidak putus asa, tidak menyerah, dan tidak kendor dalam menjaga kesehatan diri, demi mewujudkan Indonesia Sehat.

Kondisi pandemi seperti ini bisa dijadikan momentum untuk mengubah perilaku masyarakat dan mendorong penguatan upaya kesehatan promotif dan preventif. Implementasinya harus melibatkan peran aktif lintas sektor, perguruan tinggi, ormas dan swasta termasuk media massa.

“Dalam kurun waktu 56 tahun kita telah berjuang bersama seluruh masyarakat melaksanakan pembangunan kesehatan. Perjuangan ini kita laksanakan demi mewujudkan manusia Indonesia sehat, produktif dan berdaya saing,” kata Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto dikutip dari sambutan buku panduan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56.
Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini. Dilihat dari situasi penyebarannya di Indonesia, saat ini COVID-19 sudah menjangkiti seluruh wilayah provinsi yang tersebar di 498 kabupaten/kota.

Hal ini dapat dilihat dari data kasus harian yang masih terus meningkat dan belum ada tanda-tanda penurunan kasus dengan grafik yang melandai. Data BNPB tanggal 8 Oktober 2020 menunjukkan adanya lonjakan jumlah kasus positif yang mencapai 4.850 kasus. Angka ini tercatat sebagai jumlah kasus COVID-19 tertinggi sejak ditemukan dua kasus pertama di Indonesia pada awal Maret yang lalu.

Dalam perkembangannya, total kasus COVID-19 kian mendekati angka 350.000 kasus dan jumlah yang meninggal telah menembus angka lebih dari 11.800 jiwa, serta banyak tenaga Kesehatan yang telah jadi korban. Dari fakta-fakta yang ada memberikan indikasi bahwa bencana pandemi ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. COVID-19 telah berdampak terhadap aspek kesehatan, sosial dan ekonomi. Serta terganggunya pelayanan di berbagai bidang.

Kondisi ini cenderung akan berlanjut jika masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat kini kerap bertanya-tanya kapankah pandemi ini akan berakhir. Perjuangan melawan COVID-19 masih panjang dan membutuhkan kerja keras. Oleh karena itu ikhtiar harus terus dilakukan guna melindungi diri, keluarga, dan orang lain di sekitar kita. Dengan menerapkan protokol kesehatan.

Transmisi atau penularan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (new normal) akan terus terjadi selama masyarakat tidak mau menerapkan perilaku pencegahan COVID-19. Oleh karena itu, mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengan pola hidup sehat menjadi sangat penting. Masyarakat harus membiasakan dengan selalu memakai masker utamanya bila keluar rumah, selalu menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan sesering mungkin. Tiga hal ini, menjadi hal yang utama untuk dilakukan dalam perilaku kita sehari-hari, agar terhindar dari paparan COVID-19.

Bulan Ini

Minggu Ini