Pendamping Pasien Kanker yang Dibutuhkan Harus Seperti Apa?

Kanker adalah salah satu penyakit paling berbahaya dan bahkan jika sudah memasuki stadium tinggi risikonya adalah kematian. Maka dari itu pasien kanker memerlukan orang-orang yang berada di sekitarnya agar bisa bertindak sebagai caregiver untuk mendampinginya, untuk melewati masa-masa sulit pengobatan.

Dikutip dari Antaranews.com, menurut Dokter Spesialis penyakit dalam hematologi dan onkologi medi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, DR. dr Cosphiadi Irawan, menyebutkan secara psikologi pasien kanker pada saat ia pulang berkonsultasi dengan dokter, secara psikologis ia harus sendiri penyakit tersebut. Karena menurutnya, dokter hanya memberikan masukan atau anjuran kesehatan yang terbatas di ruangan dokter saja.

Oleh karena itu menurutnya, seorang caregiver atau pendamping dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan kondisi pasien kanker. Seorang caregiver direkomendasikan memiliki sejumlah kualifikasi antara lain paham penyakit kanker pasien yang bersangkutan, dan menyampaikan kepada pasien menggunakan bahasa yang mudah dipahami, lalu memahami kondisi psikologis mereka dan bisa berempati. Dengan kata lain, dia bisa bertindak sebagai teman yang mampu mendengarkan curahan hati pasien.

“Seorang caregiver tak mudah emosional. Dia memahami dari sisi pasien, yang paling menakutkan bagi wanita tidak lagi cantik karena rambut rontok. Jelaskan rambut rontok akan tumbuh lagi. Hal-hal yang menakutkan terkait pengobatan dibuat joke dan motivasi,” ujarnya.

Seorang caregiver juga harus bisa berdiskusi dengan dokter yang menangani pasien, sembari terus memperbaharui pengetahuannya terkait obat-obatan yang direncanakan pada pasien, targetnya, efek samping dan waktu evaluasi pengobatan.

Orang terdekatlah yang berpotensi menjadi caregiver atau pendamping pasien kanker, salah satunya adalah anggota keluarga. Seorang pendamping pasien kanker, pada saat pasien harus keluar dari rumah sakit, maka dia harus secara aktif meminta informasi kepada petugas rumah sakit tentang obat dan aktivitas yang boleh dilakukan pasien.

Persiapkan kamar atau tempat istirahat di rumah. Persiapan sebagai pendamping pasien kanker adalah memahami diagnosis pasien dan obat yang diberikan. Seorang pendamping pasien kanker juga dibutuhkan kesehatan secara fisik dan mental sepanjang hari. Dan yang paling utama adalah mendapat dukungan dari keluarga dan teman.

Seorang pendamping pasien kanker juga harus mengetahui kondisi nafsu makan pada pasien kanker. Sebab akan ada kondisi saat pasien kanker mengalami penurunan nafsu makan. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

Mencoba 6-8 porsi kecil dan camilan setiap hari.
Tawarkan diet lunak (roti, pasta, kentang) dan protein tinggi.
Minum minuman dingin dan jus yang mudah didapat.
Jangan berikan makanan yang berbau menyengat, dan sajikan dalam suhu ruangan.
Carilah tempat makan yang nyaman.
Tawarkan makanan yang disukai pasien bila pasien tidak mau makan.
Gangguan tidur pada pasien kanker

Selain itu, pasien juga akan mengalami gangguan tidur akibat merasakan gejala seperti nyeri, cemas, depresi, maupun efek samping dari obat. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan oleh pendamping pasien:
Menciptakan ruangan tenang dan nyaman.
Menawarkan pijatan ringan di punggung atau kaki sebelum tidur.
Menyalakan lampu tidur pada area yang tepat.
Menyediakan makanan ringan.
Menjadi seorang pendamping membutuhkan perjuangan dan juga kesabaran tinggi. Dengan menjadi pengasuh orang lain, tidak berarti Anda berhenti “mengasuh” diri sendiri. Ada beberapa hal yang harus Anda ingat agar Anda tidak melupakan diri sendiri selama menjadi pendamping:

Anda tidaklah sempurna.

Anda memiliki hak terhadap segala perasaan yang Anda rasakan.

Depresi merupakan emosi yang paling sering ditemukan pada pendamping pasien kanker. Bila Anda merasa mengalami depresi, konsultasikan segera dengan psikolog.

Belajarlah untuk lebih realistis terhadap diri sendiri dan orang yang sedang Anda rawat.

Pelajari mengenai penyakit terkait.

Pelajari kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang pendamping pasien kanker, dan lihat mana yang Anda mampu atau belum mampu lakukan.

Katakan “tidak” untuk hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan. Tidak perlu ragu untuk untuk menerima bantuan dari orang lain.

Kenali hal-hal yang dapat membangun atau menghancurkan motivasi Anda.

Sebagai pendamping pasien kanker, Anda juga harus menjaga kesehatan fisik dan mental. Terapkan pola makan yang bergizi, serta hindari merokok. Olahraga juga penting, karena merupakan obat terbaik untuk meningkatkan rasa bahagia. Pastikan Anda tidur cukup selama 7-8 jam agar dapat mengasuh pasien dalam keadaan bugar serta tidak mudah lelah.

Bulan Ini

Minggu Ini