Pahami SOP untuk Pelancong Medis yang Memasuki Malaysia

Sejak 2 September 2020 lalu Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan ada 2 daerah lagi di Malaysia yang sudah terbebas dari virus corona. Johor dan Penang menjadi dua wilayah di Malaysia yang menyatakan bebas dari virus corona, menyusul Kelantan, Terengganu, Perak dan Negeri Sembilan.

Pemerintah Malaysia pun secara bertahap membuka pintu gerbangnya bagi para pelancong atau wisatawan yang akan berkunjung, khusunya wisatawan medis yang akan berobat. Pemerintah Malaysia membagi tahapan atau fase kunjungan wisatawan medis.

Tahapan atau fase pembukaan akses masuk ini dibagi menjadi dua tahap yang disebut Fase 1A dan 1B. Untuk fase 1A, izin hanya diberikan untuk kasus evakuasi medis. Yang termasuk ke dalam kasus ini adalah pasien yang dalam kondisi kritis dan memerlukan perawatan di ICU (Intensive Care Unit).

Sedangkan untuk fase 1B, diberlakukan untuk pasien yang memiliki penyakit kritis seperti kanker, jantung, dan penyakit kritis lainnya. Pada fase ini, pasien yang ingin masuk berobat ke Malaysia harus menggunakan pesawat charter. Pasien dari luar Malaysia yang ingin datang berobat ke negara ini juga harus mendapatkan persetujuan dari dokter spesialis yang akan merawat serta dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). Baik Fase 1A maupun 1B ini berlaku efektif mulai 1 Juli 2020. Oleh karena itu sangat penting untuk diperhatikan bagi para pelancong medis yang akan berkunjung ke Malaysia. Para pelancong medis harus memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.

Berikut adalah SOP yang harus dijalankan bagi para pelancong medis yang akan datang ke Malaysia:

Sebelum kedatangan
1. Membuat janji terlebih dahulu dengan Rumah Sakit anggota dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) dan mengajukan surat dari dokter Anda.
2. Jadwalkan perawatan dari Rumah Sakit yang terdaftar, ajukan surat ‘Izin Masuk Malaysia Untuk Perawatan Medis’ kepada Rumah Sakit.
3. Aplikasi akan dikirimkan ke Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) dari rumah sakit pilihan Anda.
4. Setelah aplikasi berhasil dikirimkan dan mendapatkan persetujuan, surat ‘Izin Masuk Malaysia Untuk Perawatan Medis’ akan dikirimkan ke Rumah Sakit.
5. Mengajukan Visa (jika diperlukan) untuk Anda dan pendamping, siapkan keperluan Anda untuk penerbangan khusus (ambulans udara/pesawat charter) setelah mendapatkan surat ‘Izin Masuk Malaysia Untuk Perawatan Medis’ dari Rumah Sakit.
6. Pasien dan pendamping diwajibkan untuk melakukan tes COVID-19 PCR (kali pertama) 3 hari terhitung sejak tanggal pelaksanaan tes (swabbing) sebelum kedatangan di Rumah Sakit /lab yang sudah mendapatkan surat persetujuan oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

Setelah tiba di Malaysia
1. Saat tiba pasien dan pendamping akan disambut dan dibantu oleh perwakilan Malaysia Healthcare Concierge and Lounge.
2. Perwakilan Malaysia Healthcare Concierge and Lounge akan meminta Anda untuk dapat melengkapi surat-surat yang dibutuhkan untuk prosedur imigrasi, seperti:
– Copy paspor pasien dan pendamping dengan masa berlaku 6 bulan
– VISA pasien dan pendamping (jika dibutuhkan)
– Hasil tes COVID-19 PCR (kali pertama) pasien dan pendamping
– Surat rujukan dari dokter yang dikeluarkan oleh rumah sakit anggota MHTC
– Surat ‘Izin Masuk Malaysia Untuk Perawatan Medis’ yang dikeluarkan oleh MHTC
3. Proses pendaftaran dan admisi akan dilakukan setelah tiba di Rumah Sakit.
4. Pasien dan pendamping akan melakukan tes COVID-19 (kali kedua) di rumah sakit.
5. Pasien dan pendamping wajib menjalani isolasi selama 14 hari di rumah sakit anggota MHTC. Perawatan ini dapat diselesaikan juga di periode ini, namu disesuaikan dengan kebijakan rumah sakit.
6. Melakukan tes COVID-19 (ketiga) pada hari ke-13 saat masa isolasi.
7. Setelah isolasi dan perawatan selesai, pasien dan pendamping kembali ke negara asal.

Bulan Ini

Minggu Ini