Mengenal Vaksin Corona Sinovac dan Sputnik V

Setelah hampir setahun ini dunia diselubungi pandemi COVID-19 yang belum berakhir hingga saat ini. Namun dari waktu yang panjang itu, kini sudah ditemukan vaksin sebagai salah satu penangkal masuknya penyakit yang disebabkan oleh virus Corona ini ke dalam tubuh. Berbagai negara sudah menyiapkan vaksin yang kemudian akan disuntikkan ke seluruh warganya, agar bisa terhindar dari penyakit COVID-19 ini.

Berbagai macam vaksin digunakan di berbagai negara. Beberapa yang terkenal dan dipakai banyak negara adalah jenis vaksin Sinovac dan Sputnik V. Indonesia adalah salah satu negara yang memakai vaksin Sinovac buatan Tiongkok.

Selain itu Sinovac digunakan di Brasil, Turki, Serbia, dan negara asalnya. Sedangkan Sputnik yang berasal dari Rusia digunakan di negara asalnya dan beberapa negara Eropa timur seperti Hungaria.

Di Indonesia vaksinasi Sinovac pertama kali digunakan pada 14 Januari lalu dengan orang pertama yang disuntikan adalah Presiden Joko Widodo beserta beberapa orang yang terdiri dari selebritas, influencer, pejabat negara.

Vaksin Sinovac adalah vaksin berjenis inactivated vaccine atau virus mati. Secara singkat inactivated vaccine adalah vaksin menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun.

Vaksin inactivated memerlukan beberapa dosis dari waktu ke waktu untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit. Dikutip dari CNNIndonesia.com, Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo menjabarkan virus yang disuntikkan ke manusia itu utuh. Sebelumnya virus itu telah dirusak atau dimatikan secara genetik dengan bahan kimia, suhu panas atau radiasi.

“Sehingga ketika disuntikkan ke manusia tak timbulkan masalah karena materi genetik sudah rusak sehingga tak bisa bereplikasi. Tetapi karena utuh protein spike ini bisa jadi pembelajaran manusia benda asing yang harus dilawan,” kata Ahmad.

Untuk pengujian klinis di Indonesia, Bio Farma bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk menyiapkan uji klinis vaksin Covid-19.

Sementera untuk vaksi Sputnik, Dilansir dari The Moscow Times, Vektor adalah virus rekayasa yang kekurangan gen untuk reproduksi. Setelah disuntikkan ke dalam tubuh manusia, vektor yang mengandung gen coronavirus seharusnya memicu produksi protein lonjakan virus corona tanpa benar-benar menginfeksi tubuh, sehingga membangun kekebalan terhadap virus. Tembakan Sputnik V pertama menggunakan adenovirus 26 sebagai vektor protein permukaan virus corona, yang disebut spike, sedangkan yang kedua menggunakan adenovirus 5.

Bulan Ini

Minggu Ini