Mengenal Fenomena Long Covid dan Gejalanya

Selama pandemic COVID-19 yang sudah terjadi selama setahun ini banyak istilah yang bermunculan. Salah satu istilah COVID adalah fenomena long COVID. Long Covid merupakan fenomena yang terjadi selama pandemi ini. Gejala-gejala yang timbul akan dialami oleh pasien pascainfeksi COVID-19.

“Long covid ini biasanya terjadi pada pasien dengan keluhan mild symptoms (gejala ringan) dan rata-rata mengalami gejala long covid lebih dari 3 minggu, bahkan berbulan-bulan setelah gejala awal dialami oleh pasien,” kata Dokter spesialis patologi dr Muhammad Irhamsyah SpPK M.Kes dikutip dari kompas.com.

Seseorang disebut terkena long covid diakibatkan oleh lamanya perawatan dan gejala-gejala yang timbul, dari ringan hingga berat. Rasa yang ditimbulkan dapat bertahan lama, tergantung berat dan ringannya suatu penyakit. Semakin berat gejala COVID-19, maka akan semakin lama efek yang diderita pada pasien COVID-19.

1. Gejala fisik long covid
Gejala yang dialami pasien long covid sama seperti variasi gejala COVID-19 seperti rasa lelah berlebihan, gangguan napas, nyeri sendi, dan nyeri dada. Adapun gejala yang paling umum terjadi selama long covid yakni: Sakit kepala Myalgia atau nyeri otot Pegal-pegal, dan lagi sebagainya.

2. Gejala psikis dari long covid
Ternyata, selain gejala umum dari fisik yang bisa terjadi selama long covid, terdapat laporan bahwa adanya gangguan psikis para pasien setelah terinfeksi COVID-19.

Cara mendeteksi long covid
Ada empat tahapan untuk mendeteksinua. Di antaranya adalah wawancara dengan pasien, pemeriksaan fisik, riwayat penyakit hingga pemeriksaan penunjang oleh dokter ahli.

Dalam tahapan wawancara untuk mendeteksi pasien COVID-19 ini, pasien dapat mengeluh terkait gejala-gejala yang dialaminya setelah dirawat dan diterapi di rumah sakit sebagai pasien terinfeksi COVID-19. Kemudian, pemeriksaan fisik ini dilakukan sebagai lanjutan dari tahapan wawancara atas keluhan yang dialami oleh pasien. Pada tahapan ini pemeriksaan fisik, pada pasien dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi paru serta laboratorium.

Pemeriksaan penunjang ini juga berperan sangat penting untuk membantu klinis apakah gejala yang dialami pasien adalah gejala COVID-19 atau tidak. Pasien dinyatakan sembuh dari long covid Nurhayati menuturkan bahwa kriteria pasien COVID-19 sembuh pada dasarnya adalah melalui pemeriksaan PCR dengan hasil negatif.

Namun, terkadang pasien yang telah melakukan perawatan COVID-19 yang cukup lama masih dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan PCR. Hasil PCR positif tersebut kemungkinan terjadi karena masih ada serpihan virus yang terdeteksi PCR namun kemungkinan pasien menularkan virus ke orang lain semakin kecil.

Bulan Ini

Minggu Ini