Mengatur Pola Makan Saat Menjalankan Program Hamil

Memiliki keturunan atau momongan bagi setiap pasangan baru merupakan sesuatu yang didambakan. Bahkan segala cara akan dilakukan untuk memulai program kehamilan, seperti misalnya mengonsumsi tauge, kerang, bawang putih yang dapat dipercaya membantu meningkatkan kesuburan. Tapi hal ini tentunya sering berbenturan dengan program diet seseorang.

Dikutip dari The Asian Parent Indonesia, sebuah penelitian dari Harvard Medical School menyebutkan diet yang dilakukan oleh Nurse’s Health Study. Penelitian yang melibatkan 238 ribu perempuan berusia 30 hingga 55 tahun ini membuktikan ada korelasi yang erat antara kesuburan dengan makanan yang dikonsumsi.

Penelitian ini dihasilkan, kualitas sel telur yang tidak baik ada 66 persen dan ketidaksuburan akibat faktor lain sebanyak 27 persen, menjadi alasan mereka untuk menjalani diet fertilitas demi memperoleh keturunan.

Diet untuk program kehamilan ini adalah bukan hal yang baru. Cara diet kesuburuan ini adalah pola makan sehat yang mengedepankan kaya lemak sehat, biji-bijian, dan protein nabati yang berpotensi meningkatkan pasokan sel telur agar masa ovulasi lebih teratur dan cepat hamil.

Diet ini mengatur makanan yang dikonsumsi untuk membantu kadar gula darah dan insulin yang berperan dalam pembuahan. Tapi diet ini bukan jaminan seseorang akan langsung hamil, tapi penelitian membuktikan langkah ini efektif membantu perempuan cepat hamil. Terutama perempuan dengan kondisi medis tertentu seperti sindrom ovarium polikistik, fibroid atau polip rahim, atau endometriosis.

Bagi Anda yang sedang menyusun program diet kehamilan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut 9 hal yang harus diperhatikan saat akan menjalani program diet kehamilan;

Hindari Makanan yang Mengandung Lemak Trans
Lemak trans biasanya ditemukan di dalam makanan kemasan, produk hewani, kentang goreng, serta margarin. Mengkonsumsinya dapat meningkatkan resistensi insulin. Jika terlalu banyak mengkonsumsi lemak ini maka insulin akan menumpuk dalam aliran darah dan mengganggu proses kehamilan. Sebagai penggantinya, Anda disarankan menikmati makanan yang mengandung lemak sehat yang biasa didapat dari kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan minyak biji anggur yang membantu pasangan yang sedang berjuang mendapatkan keturunan.

Konsumsi Lebih Banyak Sayuran dan Buah-buahan
Memulailah mengkonsumsi sayuran dan buah. Sebuah studi dari Harvard School of Public Health melibatkan 18 ribu perempuan yang mengalami gangguan pembuahan akibat mengabaikan mengkonsumsi sayuran. Maka dari itu, pastikan makanan Anda setiap hari diisi oleh sayuran dan buah segar agar kualitas sel telur Anda meningkat. Jika Anda salah satu orang yang kurang menyukai sayuran olahan, dijadikan jus termasuk salah satu opsi terbaik. Atau pun, Anda bisa memanggangnya dengan panas yang tidak terlalu tinggi dan waktu yang tak terlalu lama.

Pilih Makanan yang Mengandung Karbohidrat Kompleks
Mengkonsumsi jenis karbohidrat kompleks yang membutuhkan waktu lama dicerna oleh tubuh, bukan malah mengurangi asupan karbohidrat sama sekali. Karbohidrat sebenarnya bisa diperoleh dari buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh untuk yang bisa dicerna.

Utamakan Asupan Protein
Mengkonsumsi asupan 5 persen kalori yang berasal dari protein nabati disebut dapat mengurangi gangguan kesuburan. Protein bisa diperoleh dari kacang-kacangan, tahun dan tempe karena kandungan lemak sehatnya lebih tinggi serta efektif memangkas berat badan.

Susu Tinggi Lemak
Konsumsilah satu hingga dua porsi susu full cream sehari atau makanan olahan susu lainnya seperti yoghurt dan es krim agar perencanaan kehamilan meraih hasil yang diharapkan. Untuk diketahui, susu rendah lemak cenderung membuat perempuan lebih sulit hamil.

Konsumsi Suplemen Asam Folat untuk Dongkrak Kesuburan
Diet kesuburan juga mendorong pemenuhan asam folat. Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan dianjurkan mengonsumsi 400 mcg asam folat setiap hari. Di samping suplemen asam folat, aneka bahan makanan kaya folat seperti sayuran berdaun hijau bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kurangi Mengonsumsi Minuman Berkafein
Jika Anda hobi minum kopi, teh, alkohol coba untuk menguranginya. Sebab tak hanya mempengaruhi pembuahan tetapi juga bisa mengakibatkan dehidrasi. Selain itu, kafein maupun alkohol bersifat diuretic dan mengurangi kelembapan selaput lender, sehingga akan mempengaruhi cairan serviks perempuan. Jika masih sulit, batasi asupan kafein hanya di bawah 200 mmg saja per hari. Atau bisa juga menggantinya dengan teh herbal yang lebih sehat.

Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi
Zat besi dapat meningkatkan kesuburan. Asupan zat besi ini dari berbagai macam tumbuhan seperti bayam, kacang merah, labu kuning, tomat, buah bit dan telur.

Jaga Indeks Masa Tubuh agar Tetap Ideal
Indeks masa tubuh merupakan parameter penting untuk mengetahui status gizi seseorang. Kelebihan masa tubuh membuktikan seseorang menderita obesitas, sementar kekurangan dapat dikatakan kurang gizi. Nilai masa tubuh yang baik berkisar antara 20-24. Jika Anda memiliki masa tubuh melebihi batas normal, rutin melakukan aktivitas fisik menjadi kunci. Lakukan secara intens normal agar tidak mengganggu program kehamilan yang sedang Anda jalankan.

Bulan Ini

Minggu Ini