Melalui Travel Bubble, Malaysia Giatkan Kembali Kunjungan Wisata Sehat saat Pandemi

Pandemi yang berlangsung selama tahun 2020 dan bahkan masih terjadi hingga 2021 ini membuat sektor pariwisata kian lesu. Adanya pembatasan kegiatan massa di luar rumah membuat kunjungan wisatawan pun turun.

Di Malaysia, pariwisata memberikan pengembalian sebanyak 15 persen kepada PDB Malaysia dan menjadi sumber pekerjaan lebih 20 persen angkatan kerja. Sehingga menggerakkan kembali sektor ini adalah sangat signifikan.

Untuk hal itu, Malaysia berencana akan mencanangkan travel bubble atau gelembung perjalanan bekerjasama beberapa negara. Dikutip dari Malaymail, Menteri Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Malaysia Nancy Shukri, mengatakan, pihaknya sedang bernegosiasi untuk membuka travel bubble dengan enam enam negara, mulai dari Singapura hingga Korea Selatan untuk menggeliatkan kembali industri pariwisata Negeri Jiran tersebut.

Namun, dengan syarat para wisatawan tersebut berasal dari negara zona hijau atau dengan jumlah kasus COVID-19 yang rendah. Pemerintah Malaysia juga sudah menerima permintaan dari industri pariwisata lokal untuk membuka perbatasan, agar usaha mereka tetap berkelanjutan di masa pandemi COVID-19.

“Namun masalah ini harus dibahas lebih lanjut dengan kementerian lain seperti Kementerian Kesehatan, untuk memastikan kita bisa melakukan hal itu untuk meningkatkan sektor pariwisata,” ucapnya.

Nancy juga mengimbau para wisatawan dari zona hijau yang bepergian ke tempat lain untuk liburan, sepenuhnya mempraktikkan protokol kesehatan. Terutama menjaga jarak selama perjalanan.

“Kami tidak ingin kasus COVID-19 bertambah tinggi setelah pemerintah menyetujui travel bubble karena pada akhirnya akan berdampak pada perekonomian, khususnya sektor pariwisata kita,” lanjut Nancy.

Bulan Ini

Minggu Ini