Malaysia Wajibkan Setiap Orang Bermasker di Ruang Publik, Denda RM 1.000 jika Melanggar

Untuk meningkatkan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian COVID-19, pemerintah kerajaan Malaysia mengeluarkan aturan wajib bermasker di tempat-tempat umum kepada rakyatnya. Kebijakan wajib memakai masker di tempat umum ini sudah berlaku sejak 1 Agustus 2020 lalu.

Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri mengatakan keputusan tersebut dibuat  setelah melihat peningkatan kasus infeksi virus corona,  dan kepatuhan rakyat terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengendalian COVID-19 yang semakin berkurang.

“Tingkat kepatuhan SOP di kalangan umum semakin menurun termasuk di dalam transportasi publik, termasuk penggunaan masker dan penjarakan sosial (social distancing) yang tidak dipatuhi.” kata Ismail Sabri dikutip dari Antara.

Ismail mengatakan SOP di tempat-tempat umum tidak diindahkan oleh sekelompok orang sehingga pemerintah membuat keputusan untuk mewajibkan pemakaian masker mulai 1 Agustus di tempat-tempat umum yang banyak kerumunan. Pada kesempatan yang sama, dia juga mengulas mengenai kepatuhan SOP di tempat-tempat makanan yang kini juga dilihat seolah-olah tidak mengindahkan SOP yang telah ditetapkan pihak pemerintah.

“Terdapat tempat-tempat makan yang tidak mengindahkan SOP seperti pengaturan meja meskipun pemerintah telah memberi kelonggaran.” katanya.

Karena itu, ujar dia, pemerintah kerajaan Malaysia memutuskan untuk mengambil tindakan tegas terhadap tempat-tempat tersebut termasuk pengunjung yang tidak mematuhi SOP dengan denda, pengadilan hingga penutupan kedai. Pemerintah kerajaan Malaysia menetapkan denda bagi rakyatnya yang tidak mematuhi kewajiban memakai masker di ruang publik. Denda yang diterapkan yakni sekitar 1.000 Ringgit atau sekitar Rp 3,4 juta.

Menteri Senior untuk Urusan Keamanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, ada juga hukuman penutupan tempat usaha bagi pemilik usaha yang tidak mematuhi aturan ini. Hukuman penjara pun menanti mereka yang berulang kali melanggar aturan ini.

Seorang praktisi kesehatan dari Medical Practitioners Coalition Association of Malaysia Raj Kumar Maharajah mengatakan, memakai masker dapat mencegah gelombang kedua penularan Covid-19.

“Ini pengorbanan yang harus dilakukan semua orang,” dikutip dari The Star.

Dia menambahkan, saran WHO soal menjaga jarak dan selalu memperhatikan kebersihan diri, juga penting. Demi menekan jumlah penularan COVID-19. Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin sudah mengingatkan warganya untuk terus mematuhi aturan jaga jarak sosial. Karena ada klaster baru virus corona terdeteksi di negara itu. Dia menegaskan, penggunaan masker di tempat umum kini diwajibkan.

Pada pidatonya pertengahan Juli lalu, Muhyiddin mengatakan, Malaysia kembali melaporkan peningkatan dua digit kasus positif baru sejak beberapa hari lalu.

“Situasi ini tidak bisa dianggap enteng. Saya yakin, kita tidak ingin pemerintah kembali memberlakukan lockdown jika kasus baru Covid-19 meningkat cepat. Saya berdoa agar kita tidak harus mencapai level itu,” ujarnya.

Muhyiddin juga meminta masyarakat tidak berpuas diri dan terus mengenakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter satu sama lain dan menghindari kontak fisik. Mengenai penggunaan kacamata pelindung dan face shield, Dr Raj mengatakan perlengkapan tersebut disarankan dipakai saat berada di zona merah. Perlengkapan ini harus dipakai lengkap dengan masker. Wilayah yang masuk zona merah di Malaysia adalah lokasi dimana ada lebih dari 40 kasus penularan dalam kurun 14 hari. Sementara wilayah dengan kasus di bawah 40 per 14 hari masuk kategori zona kuning. Dan zona hijau hanya diberikan kepada wilayah yang tidak memiliki kasus penularan sama sekali.

Oleh karena itu, bagi para pelancong atau wisatawan, khususnya wisatawan medis di Malaysia pun harus mentaati kebijakan ini selama pandemi COVID-19 masih berlangsung di Malaysia maupun di belahan dunia mana pun. Hal ini, selain mengindari denda dan hukuman saat berwisata, juga tetap menjaga kesehatan dan kebersihan saat menjalani wisata medis di Malaysia.

Bulan Ini

Minggu Ini