Kanker Payudara Dapat Berdampak Pada Kesehatan Mental

Kanker payudara merupakan penyakit yang paling menakutkan di kalangan wanita. Tak hanya berdampak pada kematian saja, kanker payudara juga berdampak pada kesehatan psikologis yang menurunkan semangat hidup para pengidapnya.

Divonis mengidap kanker payudara tentunya akan menjadi kabar yang paling menghancurkan hati bagi seorang wanita, seakan dunia sudah berakhir baginya. Hal ini sangat wajar bila wanita yang mengidap kanker payudara akan merasakan serangkaian emosi, mulai dari marah, putus asa, hingga depresi.

Tekanan jiwa atau depresi semakin bertambah setelah menjalani operasi pengangkatan payudara. Proses pengobatan penyakit pada pengidap kanker payudara juga dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan mental. Metode pengobatan seperti mastektomi atau operasi pengangkatan payudara dapat menyebabkan gangguan mood (depresi, kecemasan, kemarahan), keputusasaan dan memandang rendah diri. 

Sejumlah penelitian menyebutkan kehilangan payudara bagi seorang wanita dapat menyebabkan efek psikologis yang signifikan. Kanker payudara dapat sangat memengaruhi kepercayaan diri pengidap. Misalnya setelah pengidap menjalnai mastektomi atau operasi pengangkatan payudara, pengidap merasa tidak dapat menemukan tubuh yang diinginkannya dan selalu membanding-bandingkannya dengan tubuh ideal mereka sebelumnya. Penilaian mereka tentang diri sendiri akan berubah. Hal ini dapat memberi pengaruh besar pada kesehatan mental orang tersebut. Berikut beberapa gangguan kesehatan mental akibat dampak dari kanker payudara:

1. Gangguan Emosional yang Parah
Tekanan emosional yang parah adalah masalah kesehatan mental yang paling umum yang terjadi pada pengidap kanker payudara. Sebuah kuisioner sederhana yakni Thermpress Distress, yang sudah disahkan oleh National Comprehensive Cancer Network (NCCN), sering digunakan untuk menentukan tinggi atau rendahnya tekanan emosional sudah memengaruhi hidup pengidap. 

2. Depresi 
Depresi adalah penyakit mental di mana suasana hati mengalami tekanan, tidak mampu untuk bahagia, serta disertai berbagai gejala mental dan fisik yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari orang yang mengalaminya. Pengidap akan selalu merasa sedih atau putus asa hampir sepanjang waktu. Pengidap payudara yang memiliki tingkat depresi yang sangat tinggi memiliki pikiran negatif, seperti merasa tidak berharga dan tidak memiliki harapan untuk masa depan. Kemudian
hilangnya motivasi dan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan tugas yang kecil terasa berat untuk dilakukan. Seorang yang depresi ini pun konsentrasinya akan berkurang, dan tidak ingin bersosialisasi, bahkan cenderung menghindari orang lain atau mudah emosi ketika orang lain ingin membantu.

3. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)
PTSD dapat terjadi pada orang yang mengalami peristiwa traumatis di mana mengalami cedera atau ancaman. Gangguan mental ini sering dikaitkan dengan veteran perang atau korban kejahatan dengan kekerasan, tetapi pengidap kanker juga dapat mengalami PTSD yang sama parahnya. Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa sebagian besar (sekitar 80 persen) pengidap yang baru didiagnosis kanker payudara mengalami gejala PTSD.

4. Gangguan Kecemasan Umum
Sebuah penelitian terhadap 152 pengidap kanker payudara menemukan ada sekitar 32 persen pengidap mengalami gangguan kecemasan umum. Mereka merasa gelisah atau ketakutan meskipun tidak ada ancaman. Pengidap gangguan kecemasan umum biasanya menghabiskan sebagian besar harinya dengan mengkhawatirkan sesuatu yang seringkali sampai pada tahap kelelahan mental serta mengalami gejala fisik, seperti gelisah, lekas marah, ketegangan otot dan gangguan tidur.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan oleh pengidap kanker payudara. Bagi para pengidap, kalian tidak sendirian. Jika Anda salah satu dari pengidap, Anda dapat selalu berbicara dan meminta dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Bila perlu, Anda dapat meminta pertolongan dari tenaga ahli untuk membantu mengatasi dampak psikologis yang terjadi. Pasalnya, kesehatan mental kamu sangat penting untuk menentukan keberhasilan pengobatan.

Bulan Ini

Minggu Ini