Ibu yang Miliki Riwayat Sakit Jantung Bisa Tetap Hamil Asal Bisa Jalankan 5 Hal Ini

Ibu yang sedang mengandung sangat rentan sekali terhadap berbagai penyakit. Selain rentan terhadap dirinya sendiri, juga rentan terhadap kesehatan janin. Hal yang paling menyeramkan adalah jika saat ibu hamil memiliki riwayat penyakit berat, misalnya penyakit jantung.

Amankah seorang ibu hamil sakit jantung pada saat yang bersamaan?

Jawabannya, aman dan bisa diatasi. Asal tidak lalai melakukan beberapa hal penting. Setelah  hamil, kondisi ibu dengan penyakit  jantung  harus terus-menerus dipantau supaya tidak membahayakan keselamatan ibu dan  janin. Lakukan pemeriksaan kehamilan lebih intensif, baik ke dokter kandungan maupun ke dokter ahli  jantung.

Berikut beberapa cara menjaga jantung tetap terjaga sehat untuk ibu hamil:

1. Jaga dan Atur Aktivitas
Sebenarnya, ibu hamil dengan gangguan jantung masih bisa beraktivitas normal, seperti bekerja di kantor atau mengerjakan tugas rumah terutama bagi ibu dari kelas fungsional. Hanya saja, ibu hamil perlu menakar kemampuan beban jantung, jangan sampai berlebihan. Sebaiknya ibu hamil yang memiliki penyakit jantung tidak memaksakan diri untuk terus menerus bekerja tetapi selingi dengan istirahat 1-2 jam di siang hari. Tidur malam pun jangan terlalu larut.

2. Konsultasi dan Minum Obat Teratur
Sering kali, pengidap gangguan jantung tak boleh lepas dari obat. Minumlah obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Juga, berkonsultasilah secara teratur untuk memantau kondisi jantung ibu.

3. Kontrol Berat Badan
Saat usia kehamilan semakin tua, umumnya nafsu makan meningkat pesat. Ibu berpenyakit jantung sebaiknya tidak terus-menerus mengikuti nafsu makan tetapi harus mengontrolnya dengan kuat supaya berat badan tak bertambah melebihi yang dianjurkan. Anjuran penambahan berat badan adalah 7-18 kg dari berat badan normal atau 20 kg bila tubuh terlalu kurus. Jika berat badan tak dikontrol, dikhawatirkan terjadi penimbunan lemak dan kelebihan berat badan. Hal ini akan memicu terjadinya kelebihan cairan di tubuh sehingga memperberat kerja jantung.

4. Senam Jantung
Disarankan untuk menjaga kondisi jantung lewat senam jantung. Lakukan gerakan-gerakan secara betul dengan mengikuti klub jantung sehat. Tentu ibu harus berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum melakukannya.

5. Dirawat di Rumah Sakit
Jika gangguan jantung semakin parah, meningkat, sebaiknya ibu dirawat di rumah sakit agar kondisi jantung ibu bisa terus-menerus dipantau dan jika muncul kondisi darurat bisa segera ditangani. Dalam perawatan pun akan dilakukan evaluasi apakah ibu boleh meneruskan kehamilannya atau tidak. Pada intinya, dokter akan memprioritaskan keselamatan ibu dibandingkan janin. Perawatan di rumah sakit juga perlu dilakukan pada usia kehamilan 37 minggu. Hal itu semua harus ditaati oleh ibu hamil dengan penyakit jantung, tanpa kecuali. Karena salah sedikit bisa berakibat fatal, jiwa ibu akan terancam jika terjadi gagal jantung atau infeksi bakterial endokarditis (pada mereka dengan kelainan katup jantung). Untuk janin sendiri, kehamilan dengan kelainan jantung dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran, gangguan pertumbuhan janin karena oksigenisasi atau kadar oksigen di dalam darah berkurang, persalinan prematur hingga, janin yang lahir meninggal.

Dampak pada janin ini lebih sering timbul pada ibu dengan kelainan jantung sianosis (biru). Setiap ibu hamil dengan kelainan jantung (bawaan) harus ditawarkan untuk dilakukan USG skrining terhadap janin guna mendeteksi ada tidaknya kelainan jantung pada janin. Terdapat risiko 2-16 persen risiko defek jantung bawaan pada janin. Secara umum, terdapat dua indikator kemungkinan dampak pada janin, yaitu kelas fungsional ibu dan derajat sianosis (kebiruan) pada ibu.

Bulan Ini

Minggu Ini