Bisakah COVID-19 Bisa Disembuhkan dengan Minyak Eucalyptus?

Beberapa waktu lalu sempat heboh tentang tanaman Eucalyptus yang mampu mengobati penyakit COVID-19. Tanaman ini jenis merupakan sejenis pohon yang daun dan minyaknya dapat digunakan untuk membuat obat. Meski butuh penelitian lebih lanjut, namun eucalyptus seringkali digunakan untuk penderita kondisi kesehatan tertentu, seperti asma, bronkitis, plak, gingivitis, serta kutu pada kepala.

Bahkan beberapa di kalangan masyarakat ada yang menyamakannya dengan kayu putih. Dikutip dari DetikHealth, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry menjelaskan, banyak masyarakat yang menyamakan kayu putih dengan eucalyptus.

“Kayu putih ini adalah salah satu spesies atau bagian dari spesies eucalyptus yang ada 900 jenis di dunia,” jelas Fadjry.

Tanaman atau pohon Eucalyptus ini berasal dari Australia yang kemudian banyak berkembang di Indonesia. setelah mendapat material atau bahan aktif dari eucalyptus, kemudian diproses hingga menghasilkan ekstrak dan diuji di Balitbangtan sebagai bahan untuk produk kesehatan yang sudah cukup lama diteliti.

Manfaat Daun Eucalyptus bagi Kesehatan
Setelah daun eucalyptus melalui proses penyulingan, maka akan diperoleh minyak eucalyptus. Penggunaan minyak eucalyptus sangat luas, mulai dari produk farmasi, pengharum, antiseptik, hingga penggunaan di bidang industri. Bahkan, beberapa penelitian terbaru menemukan potensi eucalyptus untuk COVID-19.

Beberapa manfaat minyak eucalyptus antara lain:

Meredakan batuk, pilek dan bronchitis
Menghirup uap minyak kayu putih dapat berfungsi sebagai dekongestan alami yang membantu melegakan tidak hanya menghirup uapnya, eucalyptus dapat digunakan untuk mengobati batuk, pilek, sakit tenggorokan dengan mengusapkan minyak pada tubuh. Menurut beberapa penelitian, kombinasi khusus bisa digunakan untuk membantu mengatasi bronkitis yaitu minyak eucalyptus, ekstrak jeruk nipis, dan pinus.

Meringankan asma dan sinusitis
Permasalahan pada saluran pernapasan seperti asma dan sinusitis kemungkinan dapat dibantu oleh minyak eucalyptus. Minyak ini tidak sekadar mengurangi cairan, namun juga membantu mencairkan dahak sehingga dapat lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, minyak eucalyptus kemungkinan mengandung zat yang dapat meredakan gejala asma, seperti sesak napas. Namun, waspadai penggunaannya bagi penderita asma yang alergi eucalyptus.

Mengurangi Nyeri Sendi
Sebuah penelitian menunjukkan, minyak eucalyptus dapat meredakan nyeri sendi. Obat bebas dalam bentuk krim dan salep yang populer digunakan untuk meredakan rasa sakit dari kondisi, seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis mengandung minyak esensial ini.

Mengatasi Bau Mulut dan Mengurangi Plak Gigi
Minyak eucalyptus yang mengandung antibakteri dapat dimanfaatkan untuk mengatasi bau mulut yang banyak disebabkan oleh kuman. Selain itu, antibakteri dalam eucalyptus juga dapat mengurangi pembentukan plak dan kerusakan gusi. Disarankan agar memilih produk obat kumur dan pasta gigi yang mengandung eucalyptus untuk kesehatan gigi. Selain itu, Anda juga dapat mulai mengunyah permen karet yang mengandung ekstrak eucalyptus. Penelitian terkini menyebutkan, adanya kemungkinan penurunan plak gigi setelah mengonsumsi permen karet tersebut.

Membantu penderita sakit kepala merasa rileks
Minyak eucalyptus mungkin tidak dapat membantu menyembuhkan sakit kepala, namun produk ini dapat membantu menenangkan, sehingga penderita dapat berpikir lebih baik.

Disebut Bisa Sembuhkan COVID-19
Walau eucalyptus sudah sering digunakan dalam pengobatan herbal untuk mengobati penyakit-penyakit di atas, penggunaan eucalyptus untuk mengobati penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 belum terbukti.
Minyak eucalyptus mengandung senyawa aktif yang bernama eucalyptol. Senyawa ini diduga bisa menghambat aktivitas Mpro, yakni enzim di dalam virus Corona yang berperan dalam proses perkembangbiakannya. Dengan terhambatnya enzim ini, maka pertumbuhan virus Corona juga terhambat.

Meski tampak meyakinkan, masih dibutuhkan penelitian dalam skala yang lebih besar untuk memastikannya. Selain itu, efektivitas senyawa eucalyptol di tubuh manusia juga belum begitu jelas.

Belum ada penelitian yang mengungkapkan secara pasti bahwa tanaman tertentu dapat menyembuhkan infeksi yang disebabkan oleh virus Corona. Jadi, Anda perlu lebih kritis dan berhati-hati bila ingin mengonsumsi obat herbal yang memberikan klaim bisa menyembuhkan COVID-19. Pastikan kamu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun, termasuk obat herbal.

Bulan Ini

Minggu Ini