Berburu Kuliner dan Selfie di Street Art Jalan Alor, Bukit Bintang

Berwisata di Malaysia selalu menawarkan jajanan kuliner yang khas di setiap tempatnya. Tak hanya kuliner, destinasi wisata yang dikunjungi pun sangat pas untuk menambah koleksi foto-foto Anda, apalagi jika diunggah ke media sosial Anda, seperti Instagram. Tentunya hal ini akan mempercantik feeds Instagram Anda.

Salah satu spot atau destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi dan menjadi tempat favorit pelancong mengabadikan foto ada di Jalan Alor atau Alor Street, Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Akses menuju Jalan Alor pun sangat mudah.

Jika kita pergi dari pusat kota Kuala Lumpur (KL), misalnya dari stasiun KL Sentral cukup satu kali naik monorail dengan jurusan KL Sentral Titiwangsa menuju Jalan Alor. Dari stasiun Alor, kita turun tangga, jalan sedikit lalu belok kiri terus menuju Jalan Alor.

Street art merupakan salah satu ikon yang paling dikenal di Jalan Alor. Lukisan mural yang terpampang di dinding bangunan mewarnai sepanjang jalan Alor. Cocok untuk Anda yang ingin berswafoto, atau pun foto bersama. Lukisan-lukisan muralnya yang indah bisa dijadikan background atau latar belakang Anda saat mengambil pose.

Lokasi street art di Jalan Alor ini di seberang convenient store yang mereknya KK Mart. Lokasi street art utama memang di situ, tapi ada satu titik lagi untuk menikmati lukisan raksasa di dinding salah satu bangunan rumah susun/apartemen. Selain itu, yang dikenal dari Jalan Alor adalah street foodnya. Banyak ragam kuliner di sini. Sebenarnya kuliner Jalan Alor sedikit berbeda dari kebanyakan kuliner pada biasanya.

Sebenarnya makanan yang dijajakan mayoritas berasal dari restoran permanen di pinggir jalan, bukan kaki lima seperti biasanya. Namun, kursi dan mejanya digelar hingga memenuhi separuh badan jalan sehingga terkesan sangat ramai. Ditambah lagi lampion-lampion yang digantung sepanjang jalan menambah semarak suasana yang sudah ramai.

Suasana Jalan Alor akan mulai semarak menjelang malam. Jalan ini sebenarnya hanyalah sebuah jalan aspal lurus biasa dengan restoran-restoran di sepanjang jalan. Yang berbeda adalah semua restoran memasang kursi dan meja makan hingga jalan nyaris tertutup. Namun, mobil masih bisa lewat meski dengan perlahan-lahan. Tak cukup sampai di situ, lampion-lampion merah khas tradisi China dan lampu-lampu jalan bergelantungan sepanjang jalan, membuat suasana begitu meriah. Sebagian besar restoran di sini menawarkan Masakan China, karena memang pemiliknya adalah warga Malaysia etnis Tionghoa. Perlu diketahui jiga kebanyakan restoran ini menjual daging babi atau olahannya sebagai menu andalan. Tapi bagi Anda, pelancong Muslim tak perlu khawatir. Ada juga yang hanya menjual seafood yang dimasak khas China, pastinya dengan tampilan yang sangat menggoda selera.

Selain itu ada yang khas dari Jalan Alor adalah para sales restoran berlomba-lomba menawarkan menu kepada setiap pejalan kaki yang lewat. Namun tidak perlu merasa terganggu karena mereka akan cukup sopan. Kalau Anda tidak mau cukup geleng-geleng atau diam saja, mereka pun akan paham.

Bulan Ini

Minggu Ini