5 Mitos Terkait Penyakit Jantung yang Tak Perlu Dipercayai

Penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit ini telah memakan korban sebanyak 17,3 juta orang setiap tahunnya. Saking mengerikannya penyakit ini, masyarakat pun sering terjebak pada mitos yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Masyarakat pun pada akhirnya salah kaprah dalam menyikapi mitos – mitos yang terjadi di dalam penyakit jantung. Mitos-mitos yang beredar acap membuat banyak orang merasa khawatir. Padahal namanya juga mitos, tak perlu dianggap serius. Berikut beberapa mitos mengenai penyakit jantung yang tak perlu dipercayai:

1. Cuma Menyerang Lansia
Faktanya, penyakit jantung tak pandang bulu, bisa menyerang siapa saja.  Penyakit jantung tak dimonopoli lansia saja karena melemah dan menebalnya otot jantung. Faktanya banyak orang-orang di usia muda atau produktif berhadapan dengan penyakit jantung. Penyebab penyakit jantung di usia muda amat beragam. Mulai dari hipertensi, sedentary lifestyle (gaya hidup yang kurang aktif secara fisik) kadar kolesterol yang tinggi, obesitas, hingga kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol. 

2. Nyeri Dada Pasti Penyakit Jantung
Menurut American Heart Association, ada gejala khas yang mesti diwaspadai terkait penyakit jantung. Penyakit ini bisa membuat pengidapnya nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, bahkan kelelahan.  Beberapa kasus penyakit jantung juga bisa ditandai dengan: jantung berdebar, atau detak jantung justru melambat, pusing, nyeri pada bagian leher, rahang, tenggorokan, punggung, dan lengan, sesak napas atau napas menjadi pendek, hingga kulit membiru. Namun, seorang yang mengalami nyeri dada belum tentu mengidap penyakit jantung. Nyeri dada juga bisa dipicu beberapa kondisi lainnya. Misalnya, penyakit paru-paru, gangguan sistem pencernaan, hingga gangguan pada otot atau tulang dada. 

3. Penyakit Turunan
Sebagian orang mempercayai ketika orang tua atau anggota keluarga lainnya ada yang mengidap penyakit jantung, maka dirinya akan mengalami hal yang sama. Padahal, faktanya tak seperti itu. Faktor genetik memang meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun, bukan berarti seseorang ditakdirkan untuk mengidap penyakit ini, ketika ada anggota keluarga lain yang mengidapnya. Langkah pencegahan dengan menjalani pola hidup sehat menjadi sangat dibutuhkan.

4. Orang Kurus Bebas Penyakit Jantung
Mitos orang kurus tak berisiko mengalami penyakit jantung. Faktanya, orang dengan berat badan normal atau kurus, memiliki risiko tersembunyi mengalami tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan risiko masalah lain yang biasanya dialami orang kegemukan. 

5. Cukup dengan Makanan Rendah Lemak
Makanan rendah lemak memang menjadi pilihan yang baik untuk mencegah penyakit jantung. Tapi, cara mencegah penyakit jantung tak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan rendah lemak. Kita juga harus mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan protein baik untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk kesehatan jantung. Mencegah memang baik, tetapi menjadi proaktif akan bermanfaat lebih besar.

Bulan Ini

Minggu Ini