MHTC: 58,33% TURIS MEDIS DI MALAYSIA BERASAL DARI INDONESIA PADA 2018

Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mencatat bahwa lebih dari setengah turis medis internasional yang datang ke Malaysia berasal dari Indonesia pada tahun lalu.

Bisnis.com, KUALA LUMPUR – Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mencatat bahwa lebih dari setengah turis medis internasional yang datang ke Malaysia berasal dari Indonesia pada tahun lalu.

CEO MHTC Sherene Azli mengatakan jumlah turis medis pada tahun lalu mencapai 1,2 juta. Angka tersebut sudah meningkat hingga dua kali lipat sejak 2011.

Menurutnya, saat ini turis medis dari Indonesia masih menjadi pengunjung terbanyak. Sekitar 700.000 atau sekitar 58,33 persen dari total pasien internasional. Secara umum, turis Indonesia melakukan pengobatan seperti onkologi, kardiologi, ortopedi, dan dermatologi.

“Pasien Indonesia datang mulai dari keluhan demam sampai paling kompleks, seperti ortopedi. Misalnya orang Medan terbang ke Penang atau orang Kalimantan akan ke Kuching. Kadang mereka kesini hanya health check up,” katanya, Rabu (¼).

Menurutnya, banyak wisatawan medis Indonesia yang datang ke Malaysia karena jarak yang jauh lebih dekat ketimbang harus berobat ke Eropa. Selain itu, teknologi dan fasilitas rumah sakit yang ditawarkan juga tidak kalah dengan yang ada di Amerika Serikat.

Pun, biaya berobat di Malaysia bahkan diklaim bisa jauh lebih murah ketimbang berobat ke negara barat. “Kesehatan kelas dunia tidak harus mahal. Indonesia kalau pergi ke rumah sakit swasta harganya sama kalau ke sini karena Kementerian Kesehatan kami memastikan harga tidak bolehmelebihi tahap maksimal,” tambahnya.

MHTC adalah sebuah organisasi yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Malaysia. MHTC bertugas untuk memfasilitasi dan mempromosikan industri perjalanan kesehatan Malaysia baik di dalam dan di luar negeri.

Dengan kehadiran MHTC, setiap calon pasien dapat dengan mudah merencanakan perjalanan pengobatannya selama di Malaysia. Mulai dari memilih penerbangan, kedatangan di bandara, memilih rumah sakit, memilih penginapan, dan lainnya.

Sherene menargetkan peningkatan jumlah wisatawan medis ke Malaysia naik 20% hingga akhir 2019 seiring dengan masifnya promosi yang dilakukan oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

“Targetnya naik 20% tahun ini. Sekitar 1,4 juta–1,5 juta pengunjung, insya Allah,” katanya.

Saat ini sudah ada sekitar 79 rumah sakit swasta yang telah bekerja sama dengan MHTC karena punya kualitas dan kemampuan yg memenuhi kualitas wisata kesehatan yg terbaik. MHTC tidak menawarkan pengobatan di rumah sakit publik di Malaysia karena hanya diberikan untuk rakyat Malaysia.

 

Sumber: Bisnis.com

Artikel Lainnya

MHPavilion Jakarta 2019 (AirAsia Travel Fair 2019 - Jakarta)

Selengkapnya >
METODE IVF – RAWATAN KESUBURAN BAGI MENDAPATKAN KETURUNAN

Selengkapnya >
WISATA KESEHATAN SEMAKIN DIMINATI MASYARAKAT INDONESIA

Selengkapnya >

Dapatkan informasi terkini di inbox Anda!